Rukun-rukun shalat ada empat belas (bagian ke dua)

Rukun ke delapan Bangkit dari sujud dan duduk diantara dua sujud.
Berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anhu :
“Dahulu Nabi ﷺ jika mengangkat kepala dari sujud, beliau tidak sujud sampai sempurna duduk.” [HR. Muslim]

Rukun ke sembilan : Tumakniinah dalam setiap amalan yang disebutkan, yaitu diam walaupun sebentar. Dan Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan bahwasanya barang siapa yang tidak tumakninah dalam shalatnya maka tidak dianggap sebagai orang ahalat dan dia mesti mengulangi shalatnya.

Rukun ke sepuluh dan sebelas : Tasyahud akhir dan duduknya.

Yaitu membaca :

التحيات لله، والصلوات والطيبات، السلام عليك أيها النبي، ورحمة الله وبركاته، السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

Dan telah tetap bahwasanya beliau ﷺ dulu selalu mengamalkannya.
Dan beliau ﷺ bersabda :

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat.”

Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Kami dahulu sebelum diwajibkan tasyahud kami membaca…

Maka perkataan beliau : “Sebelum diwajibkan tasyahud” menunjukkan kalau tasyahud itu wajib hukumnya.

Rukun ke dua belas :

Membaca shalawat kepada Nabi ﷺ dalam tasyahud akhir dengan membaca :

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد.

Rukun ke tiga belas : Berurutan diantara rukun-rukun tersebut.
Karena Nabi ﷺ dahulu menjalankan shalat dengan berurutan. Dan beliau bersabda :

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat.”
Dan Nabi ﷺ mengajari orang yang salah dalam shalatnya dengan kata (ثم) bermakna kemudian.

Rukun ke empat belas : Salam. Berdasarkan sabda Nabi ﷺ :

وتحليلها التسليم

“Dan yang menghalalkannya adalah membaca salam.”

Maka membaca salam disyariatkan untuk menghalalkan segala amalan selain shalat. Dan salam itu penutup shalat dan tanda selesainya.

Al-Mulakhkhas al-Fiqhi 70-72 (dengan sedikit perubahan)

Bagian ke dua (selesai), adapun bagian pertama pada halaman ini.

Sumber telegram ahlussunnahposo

Simak siaran radio kajian islam ilmiah oleh asatidah se nusantara melalui aplikasi android RII .

Radio Islam Indonesia

Scroll to Top